Sabtu, 26 Maret 2011

Sejarah Maros : Karaeng Loe ri Pakere

Karaeng Loe ri Pakere adalah Karaeng pertama di Maros. Beliau disebut juga sebagai Tumanurung, karena asal-usulnya tidak diketahui, nama pribadinya pun tidak diketahui. Beliau turun di Pakere ketika masa sikanre Bale di Maros (Naia manurung ri Pakere ri wattuna tauwa ri Marusuq sikanre balei). Masa, yang mana tidak ada lagi Karaeng (Pemimpin) yang di dengar perkataannya/ perintahnya. Masa dimana tanaman tak membuahkan hasil, hujan turun terus menerus di iringi guntur yang terjadi dalam tujuh hari tujuh malam. Cuaca baik tak pernah datang ketika itu, tiba-tiba muncul istana (Saoraja) yang berdiri di tengah-tengah bidang tanah (parang) di Pakere, bersamaan dengan itu terlihat pula seseorang yang duduk di depan tangga istana. Mendengar akan hal ini [tentang dia] maka datanglah orang-orang memberi penghormatan, selanjutnya mengangkat Tumanurunga menjadi Karaeng mereka. Dari situlah beliau disebut Karaeng Loe ri Pakere.

Dikatakan bahwa sejak beliau diangkat oleh orang Maros sebagai Karaeng (pemimpin), tanaman pun berkembang dengan baik dan membuahkan hasil yang banyak. Maka banyaklah orang berdatangan dari luar Maros, selanjutnya tinggal disitu.

Tidak diketahui peris sejauh mana luas wilayah kekuasaan Karaeng Loe ri Pakere pada masa kepemimpinannya, hanya dikatakan bahwa semua tanah antara Bone dan Goa menyembah kepada Karaeng Loe ri Maros.

Tidak pula diketahui siapa istri beliau, hanya dikatakan bahwa beliau menemukan seorang Tumanurung perempuan di Pasadang (Karaeng Loe ri Pakere taena niassengi bainena mingka iami agappa tumanurung baine ri Pasadang). Kemudian ia mengadopsinya, tak lama kemudian terdengarlah kabar bahwa Tumanurunga di Luwuq dikatakan telah menghilang (Naallemo nakatuo lebaki malangereki kana nikana malayangi tumanurunga ri Luwuq). Turun di Asaang dan memiliki dua anak. Yang bungsu dinikahkan dengan Tumanurung perempuan di Pasadang (Turung ri Asaang mamanaq rua. Bungko-bungkona napasikalabinne manurunga ri Pasada). Mereka mempunyai satu anak laki-laki, yang dinamakan Sanggaji Gaddong (Iami mamanaq sitau buraqne. Iami niareng Sanggaji Gaddong). Yang selanjutnya menjadi pengganti Karaeng Loe ri Pakere sebagai Karaeng (pemimpin) di Maros.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar